Jumat, 29 Juli 2016

Keindahan Sunrise di Karangsewu

Keindahan Sunrise di Karangsewu - Karangsewu adalah sebuah lokasi di Taman Nasional Bali Barat (TNBB) dengan pemandangan berupa padang rumput luas yang teletak disekitar Teluk Gilimanuk. Masyarakat sekitar mengenal tempat ini dengan sebutan Pantai Karangsewu. Lokasinya berada di tepi pantai dengan landscape batuan karang sepanjang kurang lebih 200m garis pantai. Saat musim penghujan, tanah lapang di tepi pantai berselimut rumput berwarna hijau serupa lapangan golf. Namun ketika musim kemarau, rerumputan berubah warna menjadi coklat keemasan karena mengering. Terdapat di beberapa tempat tumbuh pohon Bekol (bidara) dengan dahan berbentuk paying yang bisa dijadikan tempat berteduh. Dari Karangsewu ini juga kita bisa melihat pemandangan sunrise (matahari terbit) yang indah.

Pantai, hutan mangrove, dan ekosistem padang rumput merupakan objek yang bisa dikembangkan untuk kegiatan wisata. Berbagai jenis kegiatan wisata dapat dilakukan, seperti wisata keluarga/piknik, mangrove tour, canoing, snorkeling, memancing, camping, birdwatching, cycling, dan kegiatan foto-foto atau prewedding juga dapat dilakukan disini. 

Karangsewu memiliki potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Selain karena pemandangan alamnya yang indah, dari segi pengelolaan, tempat ini masuk dalam zona pemanfaatan Taman Nasional Bali Barat. Aksesnya sangat mudah dan jalan masuk cukup lebar sehingga kendaraan besar maupun kecil dapat mencapai tempat ini. Tiket masuk untuk tempat ini masih relative dapat dijangkau oleh kalangan remaja hingga dewasa. Karangsewu berjarak sekitar 1 km dari Pelabuhan Gilimanuk kearah Denpasar.







Museum Manusia Purba Gilimanuk

Museum Manusia Purba Gilimanuk - Jembrana sebagai salah satu Kabupaten di Pulau Bali, selama ini telah dikenal dengan keunikan seni budaya dan daya tarik atraksi budayanya seperti mekepung dan kesenian jegog. Disamping itu Jembrana juga memiliki potensi wisata lainnya yang merupakan daya tarik tersendiri dan tidak dapat ditemui di daerah lain, yaitu Museum Manusia Purba Gilimanuk. Gilimanuk merupakan situs kuburan prasejarah yang berada di ujung Barat Pulau Bali, tepatnya di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, yang berdekatan dengan Pelabuhan yang menghubungkan Pulau Bali dengan Pulau Jawa. 
Luas area Museum Manusia Purba sekitar 20 hektar. Gilimanuk  banyak menyimpan peninggalan masa lalu berupa sisa-sisa kehidupan, seperti rangka manusia, binatang, dan peralatan-peralatan yang digunakan beberapa abad lalu. Keberadaan museum manusia purba di Gilimanuk sangat strategis sebagai media pembelajaran, pelestarian dan rekreasi. Situs Gilimanuk bersama dengan Museum Manusia Purba Gilimanuk adalah kekayaan budaya yang tidak ternilai, baik dalam konteks sejarah lokal, sejarah nasional, maupun keterkaitannya dengan sejarah kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan, tetapi dengan kearifan lokal yang khas Bali. Pengelolaan Situs Gilimanuk dapat dianggap sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada nenek moyang yang telah menghasilkan karya-karya budaya yang sangat mengagumkan.










Panorama Indah Teluk Gilimanuk

Teluk Gilimanuk dan Taman Siwa Mahadewa - Teluk Gilimanuk merupakan salah satu destinasi pariwisata yang sedang dikembangkan di Gilimanuk. Objek wisata alam Teluk Gilimanuk menyajikan panorama hutan mangrove dan semenanjung Prapat Agung. Aktivitas wisata bahari seperti snorkeling dan diving dapat dilakukan, selain itu juga aktivitas menelusuri Teluk Gilimanuk, Pulau Kalong, Pulau Gadung, Pulau Burung dapat dilakukan dengan kanoing, water bicycle ataupun sampan yang dapat disewakan oleh masyarakat lokal.
Pemandangan Teluk Gilimanuk
Pemandangan Teluk Gilimanuk

Tak jauh dari area Teluk Gilimanuk terdapat sebuah taman yang indah yaitu Taman Siwa Mahadewa. Di Taman Siwa Mahadewa ini terdapat sebuah patung Dewa Siwa yang tingginya kurang lebih 10 meter. Di taman ini terdapat pula jogging track dan gazebo-gazebo yang dapat digunakan untuk rekreasi keluarga.

Patung Siwa di Taman Siwa Mahadewa

Gazebo di Taman Siwa Mahadewa

Teluk Gilimanuk dikelola oleh Dinas Lingkungan hidup di bawah Dinas Pariwisata, dengan Patung Siwa Mahadewa sebagai landmark dari Teluk Gilimanuk sendiri. Teluk Gilimanuk sangat berdekatan dengan Pelabuhan Gilimanuk dan Vihara Empu Astapaka dengan landmark Vihara yaitu Patung Buddha Gauttama. Pembangunan daya tarik wisata Teluk Gilimanuk berawal hanya dari lahan kosong, kemudian beberapa tokoh berkumpul untuk membangun tempat ini dan dengan beberapa perubahan arsitektur yang telah dibangun pada tahun 2014.
Hamparan teluk yang luas dengan tatanan taman disertai gazebo-gazebo dapat menarik wisatawan asing ataupun wisatawan mancanegara yang hendak mencari tempat beristirahat sebelum atau sesudah dari Pelabuhan Gilimanuk. Wisatawan pun dapat melepas penat bersama keluarga di tempat rekreasi ini. Selain itu, Teluk Gilimanuk berdekatan dengan daerah tujuan wisata lainnya seperti Karang Sewu, Museum Manusia Purba, dan Taman Nasional Bali Barat. Wisata kuliner juga dapat dilakukan di daerah Gilimanuk dengan makanan khas Gilimanuk yaitu ayam betutu dan ikan bakar dengan variasi harganya masing-masing. Fasilitas yang terdapat di Teluk Gilimanuk adalah rumah payung, MCK dan kamar bilas, kios souvenir.